JambiWatch.id – Wakil Ketua DPRD Provinsi Jambi dari Fraksi PDI Perjuangan, Samsul Riduan, S.T., meminta adanya audit forensik secara menyeluruh terkait insiden pemadaman listrik massal (blackout) yang terjadi di Provinsi Jambi beberapa waktu lalu.

Menurut Samsul Riduan, di tengah perkembangan zaman yang semakin modern, tenaga listrik telah menjadi kebutuhan mendasar yang menopang hampir seluruh aktivitas masyarakat. Karena itu, gangguan layanan listrik dengan durasi yang cukup lama telah menimbulkan berbagai keluhan dan berdampak langsung terhadap kehidupan serta aktivitas ekonomi masyarakat.

“Tenaga listrik saat ini sudah menjadi darah dan urat nadi kehidupan masyarakat. Dengan banyaknya keluhan yang muncul akibat pemadaman listrik yang berlangsung cukup lama, masyarakat sebagai konsumen utama berhak mendapatkan pelayanan yang prima,” ujar Samsul Riduan.

Ia menilai langkah PT PLN dalam memberikan klarifikasi kepada publik merupakan hal yang tepat untuk menjawab berbagai pertanyaan yang berkembang di tengah masyarakat. Namun demikian, hingga saat ini masih terdapat beragam persepsi dan pertanyaan mengenai penyebab pasti terjadinya pemadaman listrik massal tersebut.

“Tidak hanya masyarakat umum, kami di DPRD juga mempertanyakan apa sebenarnya penyebab utama sehingga blackout ini bisa terjadi secara mendadak. Karena itu, diperlukan penjelasan yang lebih rinci dan terbuka agar tidak menimbulkan multitafsir di tengah masyarakat,” katanya.

Sebagai bagian dari fungsi pengawasan DPRD, Samsul Riduan menegaskan pihaknya meminta dilakukannya audit forensik guna mengungkap secara detail penyebab insiden tersebut. Hasil audit tersebut, menurutnya, harus disampaikan secara terbuka kepada masyarakat sebagai bentuk pertanggungjawaban dan transparansi dari penyedia layanan listrik.

Selain itu, DPRD Provinsi Jambi juga berencana memanggil pihak PLN untuk meminta penjelasan lebih lanjut sekaligus membahas langkah-langkah mitigasi agar kejadian serupa tidak kembali terulang di masa mendatang.

“Komitmen PLN untuk memastikan kejadian seperti ini tidak terulang tentu kami apresiasi. Namun, perlu ada langkah konkret dan upaya pencegahan yang jelas agar blackout tidak kembali menghambat produktivitas masyarakat maupun operasional berbagai sektor penting,” tegasnya.

Samsul Riduan menyoroti bahwa dampak pemadaman listrik tidak hanya dirasakan oleh rumah tangga dan pelaku usaha, tetapi juga berpotensi mengganggu layanan pada objek-objek vital yang berkaitan langsung dengan keselamatan masyarakat, termasuk fasilitas kesehatan seperti rumah sakit.

“Jangan sampai kejadian seperti ini mengganggu pelayanan publik yang bersifat vital. Karena itu, evaluasi menyeluruh dan langkah antisipatif harus segera dilakukan demi menjamin keandalan pasokan listrik bagi masyarakat Jambi,” pungkasnya.

Insiden blackout yang terjadi beberapa waktu lalu telah menjadi perhatian luas masyarakat. DPRD Provinsi Jambi berharap hasil audit dan evaluasi yang dilakukan nantinya dapat memberikan kepastian mengenai penyebab kejadian sekaligus menjadi dasar perbaikan sistem kelistrikan agar pelayanan kepada masyarakat semakin optimal.