
Sungai Manau,Merangin – Dugaan adanya pasokan bahan bakar minyak (BBM) jenis solar ke kawasan Pertambangan Emas Tanpa Izin (PETI) di Sungai Manau kembali memantik perhatian publik. Kali ini, sorotan mengarah kepada PT MSE setelah beredarnya dokumentasi hasil Investigasi JambiWatch yang memperlihatkan kendaraan tangki perusahaan tersebut berada di area yang diduga berkaitan dengan aktivitas tambang ilegal.
Temuan tersebut memunculkan pertanyaan besar di tengah masyarakat mengenai tujuan distribusi BBM yang dilakukan. Sebab, bukan rahasia lagi bahwa aktivitas PETI membutuhkan pasokan solar dalam jumlah besar untuk mengoperasikan mesin sedot, alat berat, maupun sarana pendukung lainnya.
Sejumlah warga menilai aparat penegak hukum tidak cukup hanya melakukan razia terhadap pekerja tambang di lapangan. Menurut mereka, apabila benar terdapat aliran logistik yang menopang aktivitas PETI, maka pengusutan harus menyasar seluruh mata rantai yang diduga terlibat.
“Kalau memang serius memberantas PETI, jangan hanya mengejar pekerja di lokasi. Yang harus dicari juga adalah dari mana solar mereka berasal dan siapa yang memasok kebutuhan operasionalnya,” ujar salah seorang warga Sungai Manau.
Warga lainnya mengaku kerap melihat aktivitas kendaraan operasional yang melintas menuju kawasan yang selama ini dikenal sebagai lokasi PETI. Kondisi tersebut, menurut mereka, semakin memperkuat pentingnya investigasi menyeluruh terhadap jalur distribusi BBM yang masuk ke wilayah tersebut.

Publik menilai keberhasilan aktivitas PETI bertahan selama bertahun-tahun tidak terlepas dari adanya dukungan logistik yang memungkinkan kegiatan tersebut terus berjalan. Tanpa pasokan bahan bakar, mesin dan alat yang digunakan dalam aktivitas pertambangan ilegal dipastikan tidak dapat beroperasi secara normal.
Oleh karena itu, aparat penegak hukum didesak untuk segera temuan Investigasi JambiWatch tersebut, tujuan pengiriman, pihak penerima, serta legalitas penggunaan solar yang dikirim ke kawasan tersebut. Langkah ini dinilai penting untuk menjawab berbagai pertanyaan yang berkembang di tengah masyarakat sekaligus membuktikan keseriusan negara dalam memerangi PETI.
Lebih jauh, kasus ini dianggap menjadi ujian bagi aparat penegak hukum. Masyarakat ingin melihat apakah penyelidikan akan dilakukan hingga menyentuh dugaan rantai logistik dan pihak-pihak yang diduga berada di balik layar, atau kembali berhenti pada penindakan terhadap pelaku lapangan semata.
“Jangan sampai hukum hanya tajam ke bawah. Jika ada dugaan keterlibatan pihak yang memasok kebutuhan operasional tambang ilegal, maka harus diperiksa secara terbuka dan profesional. Masyarakat berhak mengetahui kebenarannya,” kata seorang tokoh masyarakat setempat.
Hingga berita ini diterbitkan, belum terdapat keterangan resmi dari PT MSE terkait dokumentasi maupun dugaan yang berkembang di masyarakat. Ruang hak jawab dan klarifikasi tetap terbuka sesuai ketentuan Undang-Undang Pers dan Kode Etik Jurnalistik.
Kini perhatian publik tertuju pada langkah aparat. Pengusutan dugaan pasokan solar ke kawasan PETI Sungai Manau dinilai tidak hanya menyangkut satu perusahaan atau satu lokasi tambang, tetapi juga menyangkut kredibilitas penegakan hukum dalam membongkar jaringan yang memungkinkan aktivitas tambang ilegal terus berlangsung di Jambi.










Tinggalkan Balasan