
Sarolangun – Keresahan masyarakat terhadap dugaan pencemaran lingkungan di sekitar wilayah Kecamatan Pelawan-Singkut kembali mencuat setelah beredarnya informasi mengenai banyaknya ikan mati di aliran Sungai Singkut. Informasi tersebut ramai diperbincangkan publik usai diunggah oleh akun Facebook Hasan Basri Ahmad yang memperlihatkan kondisi ikan-ikan mati di sungai yang menjadi sumber kehidupan masyarakat sekitar.
Peristiwa tersebut semakin menambah kekhawatiran warga di tengah polemik yang sebelumnya telah berkembang terkait aktivitas PT Samudera Mahkota Mas (SMM). Dalam beberapa pekan terakhir, perusahaan tersebut menjadi sorotan publik akibat berbagai keluhan masyarakat mengenai dugaan dampak lingkungan yang ditimbulkan dari operasional pabrik.
Sebelumnya, ratusan warga Desa Pelawan Jaya bahkan sempat menggelar aksi unjuk rasa dan melakukan pemblokiran Jalan Lintas Sumatra sebagai bentuk protes terhadap keberadaan PT SMM. Dalam aksi tersebut, masyarakat menyampaikan keluhan terkait dugaan pencemaran udara, bau menyengat, hingga kekhawatiran terhadap limbah yang diduga berdampak pada lingkungan sekitar.
Gelombang protes masyarakat juga berlanjut melalui audiensi dan aksi penyampaian aspirasi kepada Pemerintah Kabupaten Sarolangun. Menyikapi persoalan tersebut, Pemerintah Kabupaten Sarolangun kemudian mengambil langkah dengan menginstruksikan penutupan sementara aktivitas PT SMM sambil menunggu proses kajian dan pemeriksaan lebih lanjut dari instansi terkait.
Munculnya laporan mengenai ikan mati di Sungai Singkut kini menambah tuntutan agar dilakukan investigasi yang lebih komprehensif. Masyarakat meminta Dinas Lingkungan Hidup, pemerintah daerah, serta aparat terkait segera turun ke lapangan untuk melakukan pengecekan langsung, termasuk pengambilan sampel air dan pemeriksaan kualitas lingkungan guna memastikan penyebab kematian ikan tersebut.

Warga menilai bahwa dugaan pencemaran tidak boleh hanya berhenti pada asumsi ataupun informasi yang beredar di media sosial. Seluruh dugaan harus dibuktikan melalui hasil laboratorium dan kajian ilmiah agar masyarakat memperoleh kepastian mengenai kondisi lingkungan yang sebenarnya.
Di sisi lain, persoalan PT SMM juga menimbulkan dinamika sosial di tengah masyarakat. Setelah operasional perusahaan dihentikan sementara, sejumlah pekerja dan buruh yang menggantungkan mata pencaharian pada perusahaan tersebut turut menggelar aksi damai meminta pemerintah mempertimbangkan dampak ekonomi terhadap para pekerja. Mereka berharap persoalan yang terjadi dapat diselesaikan melalui mekanisme yang adil tanpa mengabaikan aspek lingkungan maupun kepentingan masyarakat luas.
Hingga saat ini, belum terdapat hasil resmi yang menyatakan hubungan langsung antara kematian ikan di Sungai Singkut dengan aktivitas PT SMM. Karena itu, asas praduga tak bersalah tetap harus dikedepankan sembari menunggu hasil pemeriksaan dan investigasi dari pihak berwenang.
Masyarakat berharap pemerintah dapat bertindak transparan dan profesional dalam mengungkap penyebab peristiwa tersebut, sehingga persoalan lingkungan yang menjadi perhatian publik dapat ditangani secara serius demi menjaga keselamatan ekosistem sungai dan kesehatan masyarakat sekitar.








Tinggalkan Balasan