
JambiWatch — Tim Intelijen Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jambi mengamankan seorang pemuda yang diduga kuat melakukan penyamaran dengan mengaku sebagai pegawai kejaksaan. Pria berinisial EIP (22), warga Kabupaten Sarolangun, diamankan setelah aksinya terendus saat beraktivitas di Kota Jambi.
Penangkapan dilakukan pada Selasa malam, 30 Desember 2025, di sebuah kafe di kawasan Telanaipura. Dari hasil pemeriksaan awal, pelaku diketahui kerap mengaku sebagai jaksa untuk meyakinkan orang lain, termasuk saat hendak menyewa kendaraan.
Modus yang digunakan terbilang meyakinkan. Pelaku membawa kartu identitas kejaksaan palsu, bahkan mengenakan atribut dan seragam dinas kejaksaan yang dibuat menyerupai aslinya. Untuk memperkuat penyamarannya, pelaku juga mengaku bertugas di luar daerah.
Kepala Seksi Penerangan Hukum Kejati Jambi menjelaskan, pengamanan dilakukan setelah tim intelijen menerima informasi dari masyarakat terkait adanya seseorang yang mencurigakan dan mengatasnamakan institusi kejaksaan. Setelah dilakukan pendalaman, diketahui bahwa identitas yang digunakan pelaku tidak terdaftar secara resmi di lingkungan Kejaksaan Republik Indonesia.
Dalam keterangannya, pelaku mengaku nekat melakukan penyamaran karena gagal lulus seleksi calon jaksa. Ia kemudian berbohong kepada keluarga dengan mengklaim telah bekerja sebagai jaksa, hingga akhirnya kebohongan tersebut berkembang menjadi aksi penyalahgunaan identitas.

“Tidak ditemukan kerugian materiil dari masyarakat sejauh ini, namun tindakan tersebut berpotensi menimbulkan dampak hukum dan mencoreng nama institusi,” ujar pihak Kejati Jambi.
Usai diamankan, pelaku selanjutnya diserahkan kepada pihak kepolisian untuk menjalani proses hukum lebih lanjut. Aparat masih mendalami kemungkinan adanya korban lain serta motif tambahan di balik aksi penyamaran tersebut.
Kejati Jambi kembali mengimbau masyarakat agar waspada terhadap oknum yang mengaku sebagai aparat penegak hukum. Masyarakat diminta tidak ragu melakukan verifikasi dan segera melapor apabila menemukan indikasi penyalahgunaan nama atau atribut institusi negara.










Tinggalkan Balasan